Bisnis

Cara Menggunakan Teknik AIDA Dalam Copywriting Penjualan

Cara Menggunakan Teknik AIDA Dalam Copywriting Penjualan – Menulis bukanlah hal mudah, apalagi menulis copywriting penjualan. Anda perlu mempelajari penulisan teknik copywriting yang baik, agar tujuan Anda berhasil. Teknik penulisan copywriting yang biasa digunakan adalah Teknik AIDA, yaitu singkatan dari Attention, Interest, Desire, Action. Dengan memahami Teknik AIDA dengan baik, maka Anda dapat menjadikan tulisan menjadi sesuatu yang menarik perhatian audience hingga mengambil tindakan seperti membeli, isi form dan lain sebagainya.

Teknik AIDA tidak hanya dapat digunakan dalam menulis copywriting penjualan saja, namun juga dapat untuk menulis artikel blog atau lainnya. Memang secara umum AIDA lebih sering digunakan dalam pembuatan copywriting landing page ataupun ads. Jika dalam membuat Ads Copy, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal lain selain dari teknik AIDA sendiri. Bila Anda belum mengetahui atau lupa dengan 4 hal penting dalam penulisan Ads Copy, silakan kembali buka artikel sebelumnya.

Artikel lain : 4 Hal Penting Dalam Membuat Ads Copy

Untuk memahami lebih detail dari Teknik AIDA, saya akan membahasnya lebih rinci tiap bagian dari AIDA.

#1 Attention

Baik dalam dunia maya maupun nyata, tentunya membuat perhatian audience sangatlah penting. Khususnya dalam bidang penjualan, tentu sangat memerlukan yang namanya perhatian audience. Tanpa adanya perhatian, bagaimana produk atau jasa yang Anda jual bisa laku. Di dunia maya, pastinya Anda sudah paham pentingnya membuat perhatian audience dalam waktu yang cepat. Karena jika tidak, sudah tentu ads copy Anda akan dengan mudahnya dilewatkan oleh audience. Hal tersebut dikarenakan terlalu banyak dan mudahnya mendapatkan informasi di dunia maya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh SilverPop pada tahun 2013, Kita harus bisa menangkap perhatia pengunjung dalam kurun waktu 8 detik atau kurang. Jika manusia berkedip setiap 4 detik sekali, maka artinya dalam 2 kali kedipan Anda harus mampu menarik perhatian Audience. Jika tidak,  maka mereka akan langsung pergi begitu saja.

Supaya tulisan Anda menarik, maka perlu memperhatikan hal berikut dalam membuat ads copy atau copywriting.

  • Headline (Judul)
  • Gambar
  • Kalimat Pembuka (opening)

Anda harus memperhatian 3 elemen diatas agar attention (perhatian) berhasil. Berikut untuk tipsnya :

  1. Berikan apa yang buyer persona anda pedulikan terkait bisnis Anda
  2. Berikan solusi dari permasalahan utama dari buyer persona Anda
  3. Buat mereka merasa “ah itu gua banget

Berikut ini contoh kalimat yang dapat menarik perhatian calon customer Anda.

  • “Kembalikan tubuh langsing anda seperti dulu lagi”
  • “Mau turun berat badan dalam waktu sebulan tanpa diet yang menyiksa?”
  • “Ingin tahu bagaimana saya menghasilkan jutaan rupiah dari rumah?”
  • “Mau tau membuat badan langsing tanpa diet berlebihan ?”
  • “Ini dia ! Cara membangun bisnis dari NOL tanpa RIBA ?”

Dan masih banyak lagi headline yang dapat Anda gunakan sesuai dengan fokus produk atau jasa Anda. Contoh headline yang powerfull bisa Anda cek pada artikel sebelumnya, 12 contoh headline menarik dan menjual.

#2 Interest

Setelah berhasil menangkap perhatian, maka selanjutnya membuat audience tertarik dengan apa yang Anda tawarkan. Di poin ini, Anda harus membuat Audience sadar dengan masalah mereka bahkan yang belum mereka sadari sebelumnya.

Untuk memancing interest, cara terbaiknya adalah dengan menyediakan:

  1. Informasi/fakta
    Gunakan informasi yang valid berupa data nyata.
  2. Statistik
    Ini tentunya akan berhubungan dengan data pasti yang akan kita berikan.
  3. Studi kasus
    Agar audience lebih tertarik, maka perlu adanya studi kasus yang berkaitan dengan produk/jasa yang Anda tawarkan.
  4. Kondisi idealnya
    Anda perlu menjelaskan juga kondisi yang akan terjadi bila Audience menggunakan produk atau jasa Anda.
  5. Alasan
    Yakinkan audience dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Anda juga tidak perlu menggunakan semuanya apabila memang tidak memungkinkan. Jangan pernah memaksakan untuk kelima tips diatas Anda gunakan, karena nantinya akan menjadi kaku dan tidak menarik.

#3 Desire

Anda telah berhasil membuat audience tertarik, maka selanjutnya membuat mereka sangat menginginkan produk atau jasa Anda. Memang sekilas Desire dan Interest hampir mirip, namun bedanya pada desire lebih menonjolkan pada benefit layanan Anda. Sehingga nantinya akan bermain pada emosi dan logika. Ingat ! benefit (manfaat) bukan fitur, Hati-hati, ada kesalahan yang sering terjadi…keliru antara fitur dan manfaat.

Ada perbedaan besar antara fitur dan manfaat, fitur itu hanya penjelasan dari isi atau komponen yang anda berikan melalui produk/layanan anda. Sedangkan manfaat adalah keuntungan yang bisa mereka rasakan melalui fitur tadi.

Audience akan mementingkan diri sendiri dan tidak akan peduli dengan Anda. Sehingga bila Anda menonjolkan pada fitur, sudah otomatis mereka akan mengabaikannya. Jadi saat menulis posisikan Anda dalam sisi mereka dengan menulis manfaat apa yang bisa mereka dapatkan dari produk Anda.

Dalam penjualan produk, fitur memang wajib ada. Tetapi fitur tanpa manfaat tidak akan mampu menjual karena sebagian besar pembaca tidak mengerti.

Bagaimana contoh penggunaan desire, berikut :

– Fitur : Bersertifikasi IP68
Manfaat : “Dengan memiliki sertifikasi IP68, smartphone ini akan tahan terhadap air. Sehingga Anda tidak perlu khawatir bila tanpa sengaja smartphone terkena air atau kehujanan”

– Fitur : Dibuat dari bahan alami tanpa mercury
Manfaat : “Dengan produk kami, wajah Anda makin putih berseri tanpa khawatir iritasi karena dibuat dari bahan alami yang membuat kulit wajah Anda aman dan nyaman”

Dengan contoh diatas, Anda tentunya sudah lebih bisa memahami perbedaan antara fitur dan manfaat. Ingat !, fokuskan menulis pada manfaat bukan fitur.

#4 Action

Setelah membuat Audience yakin menginginkan produk atau jasa Anda. Maka langkah terakhir adalah mengajak mereka untuk mengambil tindakan (Action). Adapun tindakan dapat berupa membeli produk, mendaftar, membuat akun, mengirim email, telpon dan lain sebagainya.

Dalam ilmu copywriting bagian ini sering disebut dengan call to action (CTA). Sesuai fungsinya tadi, CTA bisa berupa tombol, nomor telepon, atau alamat email. Dan disertai harga jika Anda menjual sesuatu.

Kesimpulan

Dengan teknik AIDA, Anda akan dapat meningkatkan closing hingga lebih dari 100%. Anda akan semakin paham dan mahir dengan AIDA apabila mempraktekannya pada copy landing page atau sales page, setelah kita mengetahui respon pembaca dari ads copy tersebut (setidaknya sampai menghasilkan banyak konversi), maka Anda akan paham seperti apa pengertian AIDA dalam copywriting itu. Mari kita mulai untuk mempraktekan teknik AIDA ini sekarang.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Turn Off AdsBlock

Please turn off your AdsBlock